Pura Tirta Empul merupakan tempat yang sangat disucikan oleh masyarakat Hindu di Bali. Di pura ini terdapat sebuah mata air yang dianggap suci oleh umat Hindu Bali. Mata air tersebut digunakan sebagai sarana untuk melakukan ritual penyucian diri.
Nama Tirta Empul sendiri memiliki arti “air suci yang muncul dari dalam tanah.” Di balik nama ini tersimpan kisah mitologi yang menarik. Dewa yang dihormati secara khusus di Pura Tirta Empul adalah Dewa Indra.
Di dalam kompleks pura ini terdapat dua kolam besar dengan banyak pancuran yang digunakan untuk melukat atau ritual penyucian diri. Kolam tersebut memiliki kedalaman hingga setinggi pinggang orang dewasa. Umat Hindu melaksanakan ritual melukat dengan cara membasahi kepala dan tubuh di bawah pancuran air, sambil memanjatkan doa dan harapan.
Sebelum melukat, umat Hindu melaksanakan persembahyangan terlebih dahulu, kemudian berbaris dalam antrian untuk melakukan ritual di bawah pancuran tersebut.
Sejarah Pura Tirta Empul
Dikisahkan dalam manuskrip Usana Bali tentang seorang raja sakti namun berhati jahat bernama Mayadenawa. Raja ini enggan menyembah para dewa dan, karena kesaktiannya yang luar biasa, ia menyebarkan kekacauan dan kejahatan di muka bumi.
Melihat kondisi tersebut, seorang pendeta bernama Sang Kulputih berdoa kepada Bhatara Indra agar menumpas kejahatan Mayadenawa. Menjawab doa itu, Bhatara Indra bersama pasukannya turun ke bumi untuk mengalahkan Mayadenawa dan pasukan jahatnya.
Mayadenawa dan tentaranya sempat melarikan diri ke daerah yang kini dikenal sebagai Tampaksiring. Pada malam hari, ia menyelinap ke perkemahan pasukan Bhatara Indra dan menciptakan mata air yang tampak segar namun beracun.
Akibatnya, pasukan Bhatara Indra yang meminum air tersebut tewas terkena racun. Untuk menyelamatkan mereka, Bhatara Indra kemudian menciptakan sebuah mata air suci yang memancar dari dalam tanah. Mata air ini mampu menyembuhkan dan menghidupkan kembali pasukannya.
Mata air suci yang diciptakan oleh Bhatara Indra inilah yang dipercaya sebagai mata air Tirta Empul.
Pura Tirta Empul sendiri diperkirakan didirikan pada tahun 926 Masehi. Hal ini tercatat dalam Prasasti Manukaya yang ditemukan pada tahun 1960. Prasasti tersebut dibuat oleh Raja Jayasingha Warmadewa dan kini disimpan di Pura Sakenan, Desa Manukaya, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.
Lokasi Pura Tirta Empul
Tirta Empul ini terletak di desa Manakaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.
Desa ini memiliki bentang alam yang menarik. Desa ini berada di ketinggian 500 – 700 mpdl dan memiliki curah hujan sedang serta udara yang cukup sejuk.
Daya Tarik Utama Pura Tirta Empul
• Keberadaan Tiga Mandala Pura serta Keindahan Arsitektur
o Nista Mandala
Jaba pura, adalah halaman paling luar. Di hadalam ini terdapat balai wantilan. Balai wantilan adalah bangunan terbuka berfungsi sebagai tempat keramaian pada waktu upacara piodalan, sebagai tempat pertemuan dan tempat untuk kepentingan upacara lainnya.
o Madya Mandala
Madya Mandala merupakan area tengah pura, tempat di mana kolam suci dan pancuran air berada. Kolam ini sangat dikenal oleh masyarakat dan wisatawan yang datang untuk melakukan prosesi penyucian diri. Kolam yang memiliki 26 pancuran air ini dipercaya dapat memberikan kesucian serta membersihkan jiwa dan raga. Setiap pancuran memiliki makna spiritual tertentu yang digunakan dalam ritual pembersihan diri, baik oleh umat Hindu Bali maupun pengunjung yang ingin merasakan keajaiban air suci tersebut.
Pancuran air di Pura Tirta Empul menjadi salah satu daya tarik yang paling terkenal. Kolam suci ini dihubungkan dengan legenda tentang Raja Mayadenawa yang menantang para dewa. Air suci yang mengalir dari pancuran-pancuran ini digunakan dalam prosesi melukat, yaitu pembersihan diri secara spiritual, yang dilakukan oleh umat Hindu Bali. Keindahan kolam yang dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan tropis menjadikan tempat ini sangat menenangkan dan penuh kedamaian. Pengunjung dapat merasakan kesejukan dan ketenangan yang luar biasa saat berada di dekat pancuran ini, sambil berinteraksi dengan budaya dan spiritualitas yang mendalam.
o Utama Mandala
Ini adalah area paling suci di Pura Tirta Empul yang berfungsi sebagai tempat sembahyang. Di sini, pengunjung dapat melihat berbagai struktur arsitektur kuno yang menawan, termasuk beberapa candi dan bangunan sakral lainnya. Pura ini menyimpan banyak nilai sejarah yang tinggi dan menjadi tempat upacara keagamaan bagi umat Hindu di Bali.
o Keindahan Arsitektur
Pura Tirta Empul tidak hanya terkenal dengan kolam sucinya, tetapi juga dengan arsitekturnya yang sangat memukau. Pelinggih-pelinggih yang ada dibangun dengan detail arsitektur Bali yang khas, dilengkapi dengan ornamen-ornamen rumit dan ukiran yang menggambarkan sejarah serta mitologi Bali. Pura Tirta Empul terdiri dari beberapa bagian, yang masing-masing memiliki fungsi dan makna spiritual yang mendalam. Bangunan-bangunan kuno ini juga menjadi saksi perjalanan sejarah Bali yang kaya, sekaligus mencerminkan pengaruh budaya yang kuat dari zaman ke zaman.
Informasi Praktis
• Jam Operasional Pura Tirta Empul buka setiap hari, dari pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. Pengunjung dapat datang kapan saja dalam jam operasional untuk menikmati keindahan dan kedamaian pura, serta mengikuti ritual pembersihan diri yang ada.
• Harga Tiket Masuk, untuk masuk ke kawasan pura, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk. Berikut adalah rincian biaya yang perlu dikeluarkan ketika berwisata di Pura Tirta Empul:
Tiket Masuk Dewasa Domestik : Rp30.000/orang
Tiket Masuk Anak-anak Domestik (5-11 tahun) : Rp15.000/orang
Tiket Masuk Dewasa Mancanegara : Rp50.000/orang
Tiket Masuk Anak-anak Mancanegara (3-12 tahun) : Rp25.000/orang
Sewa Kain/sarung : Rp10.000/orang
Sewa Loker : Rp15.000/loker
Tiket Parkir Mobil : Rp5.000/mobil
Tiket Parkir Motor : Rp2.000/motor
• Fasilitas
Pura Tirta Empul, juga sudah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai seperti areal parkir, toilet, penyewaan loker dan kain sarung untuk dipakai saat melukat, pusat informasi, warung makan serta beberapa toko penjual souvenir.
Nama : Ni Kadek Ariani
NIM : 2213081021
Nomor : 02
Kelas : PB22D


FOTO 7FOTO 6




