Hutan bambu terkenal di Bali berada di Kabupaten Bangli, khususnya di Desa Penglipuran. Tempat ini sangat menarik sebagai destinasi wisata. Selain menawarkan pemandangan yang memukau, hutan bambu di Bangli ini juga memiliki nilai sakral dan sangat berguna bagi penduduk lokal dan dipelihara dengan sungguh-sungguh untuk kelestariannya.
Hutan bambu di Desa Adat Penglipuran sangat diperhatikan dalam menjaga kelestariannya. Ini bukan hanya untuk melestarikan warisan alam yang telah berlangsung turun-temurun, tetapi juga karena masyarakat Desa Adat Penglipuran mengandalkan bambu dari hutan tersebut sebagai sumber kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, usaha pelestarian hutan bambu di Desa Adat Penglipuran terus berlanjut hingga saat ini.
Hutan bambu memiliki makna simbolik yang mendalam bagi masyarakat Desa Adat Penglipuran, yang tercermin dalam pemahaman mereka tentang konsep Tri Mandala dan konsep Tri Hita Karana. Dalam kerangka konsep Tri Mandala, hutan bambu dianggap sebagai lambang tempat suci yang dihormati dan dirawat dengan penuh rasa sakral oleh penduduk Desa Adat Penglipuran. Sementara dalam konteks konsep Tri Hita Karana, hutan bambu menjadi simbol kehidupan yang penting dengan menjaga hubungan dengan alam, manusia dan tuhan.
Pelestarian hutan bambu di Desa Adat Penglipuran memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga ekosistem alam dan mencegah dampak negatif seperti banjir dan tanah longsor. Hutan bambu juga berperan sebagai penjaga konservasi air dalam tanah dengan akar-akarnya, yang membantu mencegah wilayah tersebut mengalami kekeringan. Lebih jauh lagi, konservasi hutan bambu dianggap dapat berkontribusi dalam menciptakan sumber mata air yang penting bagi masyarakat di sekitarnya.
Nama : Putu Yoga Audi Arta
No : 09
NIM : 2213081079
Kelas : PB22D BANGLI




WhatsApp Image 2025-01-14 at 09.02.54_6853c185WhatsApp Image 2025-01-14 at 09.02.53_c528b90aWhatsApp Image 2025-01-14 at 09.03.13_7879233eWhatsApp Image 2025-01-14 at 09.03.27_90ba49ad






