Pura Kehen merupakan salah satu pura terbesar yang berada di Kabupaten Bangli, yang berdiri sejak tahun 804 Saka. Pura Kehen pada asal mulanya merupakan sebuah wilayah perbukitan yang lalu mengalami proses pemugaran pada tahun 1126 Saka yang pada saat itu diperintah oleh Raja Ida Bhatara Guru Sri Adikunti Ketana, hasil pemugaran tersebut adalah perluasan wilayah Pura Kehen sehingga memiliki tiga tingkatan atau halaman yang antara lain adalah Utama Mandala, Madya Mandala dan Nista Mandala. Selain proses pemugaran tersebut diketahui pula bahwa Pura Kehen merupakan sebuah Pura Kahyangan Jagat, disebut demikian karena Pura Kehen atau disebut juga Hyang Kehen disungsung oleh krama I Bangli yang berjumlah 800 KK, saat ini krama I Bangli ini sudah berbentuk desa adat dan memiliki sebuah satu kesatuan yang disebut Gebog Domas berarti wilayah 800. Masyarakat pada wilayah atau bebanuan Pura Kehen melaksanakan piodalan tiap enam bulan sekali yang jatuh pada
Pura Kehen, yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, memiliki berbagai daya tarik yang menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Bali. Berikut adalah beberapa daya tarik utama yang dapat ditemukan di objek wisata Pura Kehen:
1. Keindahan Arsitektur Bali Klasik
- Pura Kehen dikenal dengan arsitektur Bali yang khas dan sangat indah. Pura ini dibangun di atas bukit dengan banyak tingkat atau teras yang memberikan kesan megah. Setiap bangunan di dalam pura memiliki desain yang sangat rinci, dengan ukiran-ukiran yang menggambarkan cerita mitologi Hindu dan simbolisme keagamaan yang mendalam.
- Salah satu elemen arsitektur yang mencolok adalah Candi Bentar yang menjadi pintu gerbang utama pura, serta Bale Gong dan Padmasana yang digunakan untuk upacara pemujaan.
2. Pemandangan Alam yang Memukau
- Pura Kehen terletak di lereng bukit, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang luar biasa. Dari pura ini, Anda bisa melihat pemandangan pegunungan yang hijau, sawah terasering, serta udara yang sejuk dan segar. Pemandangan ini membuat Pura Kehen menjadi tempat yang sangat nyaman untuk bersantai dan menikmati ketenangan.
3. Kehidupan dan Aktivitas Keagamaan
- Sebagai tempat ibadah yang aktif, Pura Kehen menawarkan pengalaman yang mendalam tentang kehidupan spiritual masyarakat Bali. Pengunjung dapat menyaksikan berbagai upacara adat yang dilaksanakan di pura ini, seperti Ngusaba, yang merupakan upacara besar yang menghormati dewa-dewa. Ini memberi kesempatan untuk lebih memahami kepercayaan dan tradisi Bali.
4. Kehadiran Patung-patung dan Ukiran Artistik
- Pura Kehen memiliki banyak patung dan ukiran yang menggambarkan berbagai cerita mitologi Hindu, seperti cerita Ramayana dan Mahabharata. Keindahan seni ukirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang tertarik pada seni dan budaya Bali.
5. Sejarah dan Warisan Budaya Bali
- Pura Kehen memiliki sejarah yang sangat panjang, yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-11 Masehi. Sebagai salah satu pura tertua di Bali, pura ini merupakan bagian penting dari warisan budaya Bali. Mengunjungi pura ini memberi kesempatan untuk mempelajari lebih dalam tentang sejarah Bali dan agama Hindu Bali.
Harga tiket masuk ke Pura Kehen di Bali bervariasi, namun umumnya sekitar Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per orang untuk wisatawan domestik. Untuk wisatawan mancanegara, harga tiket bisa lebih tinggi, sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000. Harga tiket ini bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sebaiknya memeriksa langsung dengan pihak pengelola atau situs resmi jika ada perubahan harga terbaru.
Nama : Ni Kadek Ananda Sri Wahyuni
Nim/No : 2213081057/ 06
Kelas : PB22D/ Bangli


1012




